Menjajal DreadOut – Demo: Game Horror Keren Buatan Anak Bangsa!
By Pladidus Santoso
April 4, 2013 ·

Besar dengan sumber daya yang begitu kaya, Indonesia memang mengandung potensi yang besar untuk tumbuh besar dan menyejajarkan diri dengan negara-negara maju dunia. Namun beragam masalah yang terus menghantui di setiap sudut pergerakan membuat hal ini tampil begitu mustahil. Tidak hanya itu saja, beberapa aspek ekonomi yang sudah membuktikan diri tampil memesona di kancah global ternyata juga tidak mendapatkan perhatian yang memadai, termasuk industri kreatif di dalamnya. Menjadi ironi memang jika negara komunis seperti Vietnam ternyata mampu membuka peluang game dengan kualitas memadai seperti “7554”, sementara Indonesia tergeser ke samping. Untungnya, ini bukan berarti sebuah akhir. Sebuah game karya anak bangsa yang tampil memesona akhirnya muncul ke permukaan. Benar sekali, kita tengah membicarakan “DreadOut”.
Sampai di telinga kami lewat beragam informasi yang giat terbagi lewat situs jejaring sosial – Facebook, kami akhirnya memutuskan untuk menjajal game yang dikembangkan oleh studio lokal – Digital Happiness ini. Didistribusikan oleh PT. Digital Semantika Indonesia, game horror dengan cita rasa Indonesia yang kental ini memang baru dirilis dalam versi demo dan tengah menjalin usaha untuk menembus distribusi Steam lewat program GreenLight. Sejujurnya ada rasa skeptis ketika mendengar sebuah game yang dikembangkan oleh developer Indonesia, dan tentu saja ketakutan bahwa kita akan menemukan sebuah game yang “meh..”. Berangkat dengan kekhawatiran ini, kami menjajal DreadOut versi demo ini. Namun apa yang ditawarkan oleh game yang satu ini ternyata justru memutarbalikkan semua kekhawatiran kami. DreadOut menampilkan sebuah kualitas yang mengejutkan.
Hadir dengan dunia yang dibangun dengan model tiga dimensi, DreadOut menawarkan kualitas visual yang masih pantas untuk memastikan mata Anda nyaman selama menjajalnya. Walaupun belum dapat disejajarkan dengan sebagian besar game racikan developer raksasa yang sudah lama malang-melintang di industri game, namun penggunaan Unity Engine memang dirasakan sebagai keputusan yang tepat. Berperan sebagai seorang anak SMU bernama Linda yang harus berhadapan dengan hal-hal berbau mistis yang kentara, Anda akan langsung dapat memerhatikan seberapa seriusnya Digital Happiness membangun game ini, setidaknya memastikan ia hadir dalam kualitas yang pantas untuk didistribusikan secara komersial.
April 4, 2013 ·
Besar dengan sumber daya yang begitu kaya, Indonesia memang mengandung potensi yang besar untuk tumbuh besar dan menyejajarkan diri dengan negara-negara maju dunia. Namun beragam masalah yang terus menghantui di setiap sudut pergerakan membuat hal ini tampil begitu mustahil. Tidak hanya itu saja, beberapa aspek ekonomi yang sudah membuktikan diri tampil memesona di kancah global ternyata juga tidak mendapatkan perhatian yang memadai, termasuk industri kreatif di dalamnya. Menjadi ironi memang jika negara komunis seperti Vietnam ternyata mampu membuka peluang game dengan kualitas memadai seperti “7554”, sementara Indonesia tergeser ke samping. Untungnya, ini bukan berarti sebuah akhir. Sebuah game karya anak bangsa yang tampil memesona akhirnya muncul ke permukaan. Benar sekali, kita tengah membicarakan “DreadOut”.
Sampai di telinga kami lewat beragam informasi yang giat terbagi lewat situs jejaring sosial – Facebook, kami akhirnya memutuskan untuk menjajal game yang dikembangkan oleh studio lokal – Digital Happiness ini. Didistribusikan oleh PT. Digital Semantika Indonesia, game horror dengan cita rasa Indonesia yang kental ini memang baru dirilis dalam versi demo dan tengah menjalin usaha untuk menembus distribusi Steam lewat program GreenLight. Sejujurnya ada rasa skeptis ketika mendengar sebuah game yang dikembangkan oleh developer Indonesia, dan tentu saja ketakutan bahwa kita akan menemukan sebuah game yang “meh..”. Berangkat dengan kekhawatiran ini, kami menjajal DreadOut versi demo ini. Namun apa yang ditawarkan oleh game yang satu ini ternyata justru memutarbalikkan semua kekhawatiran kami. DreadOut menampilkan sebuah kualitas yang mengejutkan.
Menunjukkan Kepantasan untuk Didistribusikan Secara Komersial
Berperan sebagai seorang siswi SMU – Linda, Anda akan berhadapan dengan ancaman horror sejak awal permainan.
Setting yang sangat “Indonesia”..
Kita tidak hanya sekedar membicarakan kualitas visualisasi dan kemampuan developer lokal ini untuk membangun desain karakter yang terhitung apik, tetapi juga mampu menyisipkan berbagai aspek yang membuatnya masuk ke dalam jajaran game horror yang pantas untuk diperhitungkan. Setting yang “sangat” Indonesia dengan berbagai elemen yang dapat dengan mudah Anda kenali pantas untuk diacungi jempol. Namun kemampuan Digital Happiness untuk meramu beberapa elemen kecil-lah yang mampu mengejutkan kami. Salah satunya? Bertemu dengan seekor kucing kecil dan menemukan bahwa ia akan mengikuti Anda terus selama permainan sembari terus menatap. Ini tentu menawarkan sensasi horror tersendiri. Fitur untuk memilih reaksi ketika tengah bercakap juga menjadi fitur yang membuat kami jatuh hati. Sayangnya, interaktivitas terhadap lingkungan masih sangat terbatas.
No comments:
Post a Comment